Geowisata Menyusuri Zaman Purba

Jum’at sore (17-12-10), selagi menunggu kuliah endapan mineral non-logam yang sang pembagi ilmunya ternyata tidak sempat datang dengan suatu alasan dan kondisi yang gerimis rintik-rintik, saya ikut bergabung dengan diskusi kelompok geowisata yang notabenenya bukan kelompok saya (kelompok saya telah sepakat bergeowisata pada hari minggu (19-12-10) dengan tujuan Goa Lawa, Purbalingga). Kelompok tersebut sedang mendiskusikan rute geowisata yang akan mereka tempuh dan dijadikan wejangan tugas geowisata. Ternyata mereka sepakat untuk melakukan geowisata jasper. Ya, jasper merupakan salah satu daya tarik dari segi ilmu bebatuan dan gemology didaerah Purbalingga. Dari segi gemology, jasper yang menarik di Purbalingga adalah jasper yang memiliki beragam warna, dari warna merah (bloodstone jasper), hijau, biru, putih transparan, kuning dan ada juga jasper yang terdiri dari gabungan warna-warna tersebut (jasper pancawarna). Selain warna dari jasper tersebut, jasper Purbalingga juga memiliki jasper yang terbilang cukup langka di Indonesia, bahkan di dunia sekalipun.

Jasper tersebut adalah jasper hijau yang terdapat titik-titik berwarna merah yang dalam gemology biasa disebut “jasper darah kristus”. Corak yang dihasilkan dari jasper darah kristus sangat menawan apabila dijadikan aksesoris, seperti mata cincin, liontin, ikat pinggang maupun hiasan meja. Tak hanya itu, jasper di Purbalingga juga sangat menarik apabila dikaji dari segi ilmu arkeologi karena jasper di Purbalingga mengandung nilai historis tinggi. Nilai historis tersebut muncul karena jasper-jasper tersebut digunakan sebagai alat dan kelengkapan di masa lampau oleh nenek moyang masyarakat Purbalingga. Alat dan kelengkapan tersebut antara lain berupa gelang, alat pemukul, alat berburu dan silet. Atas dasar tersebut, mereka mengambil topik jasper sebagai topik tugas geowisata mereka dan akan melakukan survey keesokan harinya.

Dari diskusi mereka, menarik juga untuk ikut gabung dalam bergeowisata jasper ini. Hari sabtu pagi kami berangkat dari kampus Blater menggunakan 3 motor yang kesemuanya berpasang-pasangan, sehingga kami berangkat beranggotakan 6 orang calon geologis. Tujuan utuma yang kami kunjungi adalah daerah Limbasari dengan maksud menjumpai jasper yang diindikasikan sebagai sumber material lepas jasper yang ada di Purbalingga. Perjalanan menuju Limbasari adalah melewati pusat kota Bobotsari yang kemudian menuju ke daerah air terjun di daerah dekat Limbasari. Sebelum mencapai air terjun tersebut, kami berhenti untuk mengambil gambar di situs purbakala menhir. Di tempat tersebut terdapat dua lokal menhir yang telah dilindungi oleh DISBUDPARPORA Kabupaten Purbalingga. Perjalanan pun berlajut menuju air terjun.

Sesampainya di dekat daerah air terjun, kami memarkirkan motor kami dan berjalan sekitar 100 meter melewati persawahan. Nah, persawahan disini sangat menarik karena di persawahan terdapat limbah gelang yang terbuat dari jasper dan hup, sayapun mendapatkan satu limbah gelang yang memang tujuan utama saya mengikuti geowisata ini selain berefresing adalah berburu limbah gelang jasper. Sesampai di air terjun, saya kembali teringat akan fieldtrip geologi batu mulia bersama Pak Okim dan teman sejawat geologi Unsoed sekitar 1,5 tahun yang lalu. Pak Okim menjelaskan bahwa daerah tersebut kemungkinan dulunya merupakan sentra pembuatan gelang dan merupakan daerah hunian nenek moyang masyarakat Purbalingga. Hal ini dibuktikan dengan adanya limbah gelang yang jarang dijumpai di tempat lain di Purbalingga dan terdapatnya sungai yang dimana pada kehidupan zaman dahulu, kehidupan manusia berpusat di tepian sungai. Disekitar air terjun ini terdapat kekar kolom yang bagian bawahnya terdapat breksi.

Perjalanan berlanjut setelah mengambil beberapa foto dan video di daerah air terjun tersebut menuju daerah Limbasari. Tujuan di daerah Limbasari seperti telah disebutkan sebelumnya adalah untuk menemui sumber jasper. Untuk menuju sumber jasper tersebut, kami harus berjalan kaki selama 30 menit menyusuri irigasi buatan yang bertujuan untuk irigasi persawahan penduduk setempat. Sepanjang irigasi tersebut, terdapat jurang yang membentuk lembah sedalam 20-30 meter. Dasar lembah tersebut berupa sungai yang berjeram. Gerimis rintik-rintik menyelimuti kami saat pengambilan gambar di daerah ini. Sekitar 1,5 jam kami menghabiskan waktu di daerah ini.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke daerah Kali Klawing untuk mengunjungi daerah sebaran jasper lainnya yang sudah berupa material lepas. Nah, di daerah Kali klawing inilah kami menjumpai jasper darah kristus (dan alat purba 1,5 tahun lalu). Sayang, kondisi di daerah ini sudah tidak seperti 1,5 tahun yang lalu, batuan yang ada di daerah ini telah banyak diambil yang mungkin digunakan untuk membangun bendungan di dekat daerah tersebut. Hal ini mengakibatkan jasper yang tadinya melimpah di daerah tersebut telah susah untuk dijumpai. Saya sempat menemukan satu alat pemukul purba yang terbuat dari jasper di daerah tersebut 1,5 tahun yang lalu. Padahal sebelumnya telah diadakan perbincangan dengan para pembesar Purbalingga untuk melindungi daerah jasper langka dengan harapan daerah jasper tersebut akan tetap lestari dan pada masanya akan menjadi tempat wisata yang akan mendatangkan uang. Harapan tinggal harapan.

Berakhirlah geowisata kami di hari itu dengan rasa kecewa karena salah satu daerah jasper yang kami harapkan lestari kini telah hampir hilang dan sudah rusak.

Salam.

About zulfikarbasyuni

pembaca alam...
This entry was posted in Trip and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Geowisata Menyusuri Zaman Purba

  1. anietha says:

    hiyaaaa…
    fto2mu itu loh jul…
    narsis pisan……..

  2. Ivan Sanniako says:

    Aku bangga jadi orang Limbasari ….
    low ke Limbasari lagi mampir broooo…… ke “basecamp utara” di limbasari
    lam kenal.

Silahkan tanggapi celotehanku dan mari berdiskusi bersama...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s