Trip to Danakerta (Tugas Alterasi)

Seperti hari-hari biasa, setelah sholat subuh saya melanjutkan kegiatan rutin : tidur  yang sebelumnya tidak lupa memijit-mijit nokia untuk membangunkan si “dia” yang setia membangunkanku untuk memulai aktivitas kembali setelah tertidur setelah subuh,hehehe.

Telpon masuk, suara cerewet si “dia” yang khas membangunkanku, tetap setia setiap hari tanpa terlewat (makasih sayang  ). Pagi itu dengan semangat mengarungi lapangan untuk memburu yang ditugaskan pak dosen tentang alterasi yang berada di daerah Danakerta, saya menyiapkan segala dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, hehehe. Singkat waktu saya sudah siap berangkat menuju kampus untuk berkumpul. Seperti biasa, jam karet pun berlaku di hari ini, janji untuk berkumpul jam pitu esuk malah baru kumpul semua jam salapan kurang sejam. Kita berangkat satu kelompok penuh ditambah penyusup, si anak rantau dari ambon. Dan sebelum berangkat, sempet menggoda sedikit sang penulis blog geogreen yang pada saat itu tampil tak biasanya : menor .

Berangkatlah kami bersembilan dengan menggunakan 5 motor (2 yamaha, 3 honda). Perjalanan melahap waktu 50 menit dan sampailah didaerah Danakerta, tepatnya di daerah Kecepit, ya Desa Kecepit yang mungkin namanya sedikit menggelitik, ini bukti otentiknya.

Tunggangan kami pinggirkan dan berjalan sekitar 50 meter, tibalah kami dihamparan sawah nan luas yang diapit oleh tebing setinggi 1o meter. Ternyata jejak alterasi tercetak di bagian bawah dari tebing bukit tersebut, warnanya rame, ada putih, kuning, berbagai macam warna merah(setidaknya ada 3 jenis warna merah). Kami masih bimbang dalam menentukan jenis alterasi yang melanda daerah tersebut dan jenis mineral alterasi yang dihasilkan, berdasarkan insting kami saja yang kami andalkan untuk sampel mana yang bisa kami ambil yang selanjutnya akan kami tanyakan ke pak dosen (ima,udah ditanyakankah ?). Tetapi saya sempat mendengar suara gaib yang menyatakan bahwa jenis alterasi daerah tersebut beruapa argilik lanjut. Alterasi tersebut menimpa breksi. Setelah menyusri tebing tersebut, kami kembali ke tempat dimana tunggangan kami parkir. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami menyantap degan segar yang sebagian dari kami menganggapnya sebagai nostalgia Karangsambung, dari degan Jatibungkus yang sangat nikmat sampai degan Krembeng yang segan untuk menyantapnya.

Lanjut ke perjalanan selanjutnya yaitu menyusuri lebih mendalam alterasi yang berada di daerah tersebut, sampailah kami di jalan yang ditutupi oleh bebatuan yang digunakan sebagai alas jalan. Yang menarik di bebatuan tersebut adalah bebatuan tersebut menampilkan jejak-jejak alterasi (ada pirit) yang seyangnya bebatuan tersebut tidak diketahui dari daerah mana bebatuan tersebut diproduksi. dengan rasa penasran tersebut, kami menyusuri daerah tersebut untuk menemukan asal dari mana bebatuan tersebut. Mengandalkan keahlian berbahasa daerah setempat, kami akhirnya mendapat titik terang dari mana asalnya bebatuan tersebut yang sebelumnya pernah ditanyakan ke warga bahwa bebatuan tersebut berasal dari bawah tebing yang setealh ditelusuri tidak terbukti. Dari titik terang tersebut kami melanjutkan perjalanan dan sampailah kami di daerah Bondol (Bondolharjo), yang bersumber dari informasi yang kami dapatkan dari petugas penjaga pos DLLAJ. Ternyata daerah tersebut berupa kamp penambang “batu kali” yang kata orang ngelmu bumi disebut andesit. Benar ternyata, sebagian besar andesit yang berada di kali tersebut menunjukan jejak alterasi dengan muncilnya titik-titik kuning yang mengikuti urat pada andesit tersebut. Tapi kami kembali menemui hambatan, andesit didaerah tersebut hanya berupa bongkah yang belum ditemukan singkapannya.

Setelah itu, kami kembali menuju kampus yang pada saat perjalanan pulang, saya mendapat “hadiah” : ban tunggangan saya kehabisan angin dan sepanjang perjalan diselumti oleh rintik sumber kehidupan, sahabat manusia “air”. Tepat pukul opat, kami memasuki daerah Purbalingga dan melanjutkan perjalanan menuju kediaman masing-masing.

Ayo kawan kelompoku, kapan kita berkelana lagi?

About zulfikarbasyuni

pembaca alam...
This entry was posted in Trip and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Trip to Danakerta (Tugas Alterasi)

  1. anietha says:

    ah ga ada yang special

  2. petunjuk jalan says:

    pertanyaan :
    1 syp yg menor?syp Geogreen?
    2 syp suara gaib?
    3 udh dbuatkah peta alterasi ny?
    4 data udh ckup pa blm?
    5 jd ksna lg tw ga?

    Pernyataan :
    asik nih bncengan ma mb diktri.. Ndut mw dkmanain? Hehehe,

  3. diktri says:

    heh…….!!!!
    dilarang bergosip kalian….
    ntr bilangin tia loh…

    hahahhahaha….. pis ZuL……..

Silahkan tanggapi celotehanku dan mari berdiskusi bersama...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s